PT. Jaya Baja Utama (duniapipa.co.id) menyediakan berbagai spesifikasi flange standar internasional (ASME, ANSI, DIN, JIS) untuk memenuhi kebutuhan industri minyak, gas, dan manufaktur. Berikut adalah jenis-jenis flange beserta fungsinya:

Flange adalah komponen mekanikal yang berfungsi sebagai penyambung antar pipa, katup (valve), pompa, dan peralatan lainnya untuk membentuk sebuah sistem perpipaan. Penggunaan flange memudahkan proses pembersihan, inspeksi, serta modifikasi karena koneksinya yang bersifat bongkar-pasang (detachable).

1. Weld Neck Flange

Weld neck flange memiliki ciri khas leher yang mengerucut dan panjang. Flange ini disambungkan dengan teknik butt-weld (las tumpul) pada bagian ujung lehernya.

  • Fungsi: Digunakan pada sistem dengan tekanan tinggi (high pressure) dan suhu ekstrem. Desain lehernya membantu mentransfer tegangan dari flange ke pipa secara merata.

2. Slip-On Flange

Jenis ini dirancang untuk masuk ke dalam pipa sebelum dilas. Ukuran diameter dalam slip-on flange sedikit lebih besar daripada diameter luar pipa.

  • Fungsi: Cocok untuk aplikasi tekanan rendah. Keunggulannya adalah biaya material yang lebih rendah dan kemudahan dalam penyelarasan (alignment) saat pemasangan.

3. Blind Flange

Berbeda dengan jenis lainnya, blind flange tidak memiliki lubang di tengahnya. Flange ini berfungsi sebagai penutup atau segel pada ujung jalur perpipaan.

  • Fungsi: Menutup aliran fluida secara permanen atau sementara untuk keperluan maintenance atau pengujian tekanan (pressure test).

4. Socket Weld Flange

Flange ini memiliki lubang bertingkat di bagian dalam. Pipa dimasukkan ke dalam soket tersebut kemudian dilas pada bagian luar (fillet weld).

  • Fungsi: Umumnya digunakan pada pipa berdiameter kecil dengan tekanan kerja yang relatif tinggi. Sering ditemukan pada sistem kimia dan industri farmasi.

5. Threaded Flange (Flange Ulir)

Threaded flange memiliki ulir di bagian dalam lubangnya, sehingga dapat disambungkan ke pipa tanpa memerlukan proses pengelasan.

  • Fungsi: Digunakan pada area yang sangat sensitif terhadap api (mudah meledak) di mana aktivitas pengelasan dilarang. Cocok untuk pipa dengan dinding tebal.

6. Lap Joint Flange

Flange ini digunakan bersamaan dengan komponen tambahan bernama stub end. Lap joint flange bisa berputar bebas di sekitar pipa.

  • Fungsi: Memudahkan penyelarasan lubang baut pada sistem yang memerlukan pembongkaran rutin untuk pembersihan atau inspeksi. Sangat efisien untuk material pipa mahal karena flange tidak bersentuhan langsung dengan fluida.

7. Orifice Flange

Orifice flange digunakan bersamaan dengan orifice plate untuk mengukur laju aliran (flow rate) cairan atau gas dalam pipa.

  • Fungsi: Memfasilitasi pemasangan alat ukur instrumen pada sistem perpipaan.

Tipe Permukaan (Flange Facing)

Selain jenis koneksinya, flange juga dibedakan berdasarkan bentuk permukaannya untuk menentukan jenis gasket yang digunakan:

  • Flat Face (FF): Permukaan rata, biasanya untuk tekanan rendah.
  • Raised Face (RF): Memiliki area yang sedikit menonjol untuk memusatkan tekanan pada gasket.
  • Ring Type Joint (RTJ): Memiliki alur untuk meletakkan gasket logam (ring), khusus untuk tekanan sangat tinggi.

Memilih jenis flange yang tepat sangat krusial untuk keamanan dan efisiensi operasional sistem Anda. Pastikan produk yang Anda gunakan memenuhi standar kualitas industri.

Untuk informasi ketersediaan stok dan konsultasi teknis, hubungi Sales kami via Whatsapp :